Ini Tidak Boleh Dilakukan oleh Jasa Jemputan Karyawan



Usaha jasa jemputan karyawan memang menggiurkan. Pemasukannya selalu minimal stabil karena selama ada pabrik atau perkantoran di area tersebut, niscara permintaan akan jasa tersebut selalu ada. Namun, seperti halnya bidang usaha yang lain, bidang ini pun tidak sedikit yang tumbang. Dari  10 usaha yang berdiri di awal dengan semangat, mungkin hanya 2 – 3 saja yang dapat bertahan hingga tahun ke-5.
Melihat fenomena tersebut, sangat penting bagi pengusaha jasa jemputan karyawan ini untuk memahami beberapa hal terkait bidang usaha ini. Harapannya tentu saja agar usaha mereka ini tidak hanya mampu bertahan, tapi juga dapat terus berkembang dan maju. Berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pengusaha jasa jemputan karyawan.


Terlambat Datang

Sebagai penyedia layanan jasa jemputan karyawan, menunggu itu boleh, tapi terlambat adalah haram. Time is money. Waktu adalah uang. Dan karena adagium pelanggan adalah raja ada benarnya, maka terlambat datang adalah sebuah kesalahan yang fatal. Lakukan sekali, mereka mungkin masih memberi  maaf. Lakukan 3 kali, dan Anda akan terheran-heran seberapa cepat mereka semua pergi dari hadapan Anda.


Mogok  di Jalan

Bayangkan betapa tidak profesionalnya Anda di mata para pelanggan ketika armada Anda mogok di tengah perjalanan mengantar mereka. Sudah jelas akan ada banyak insiden dan masalah jika itu sampai terjadi. Maka pengecekan rutin harus selalu dilakukan. Jangan sampai kekecewaan tersebut berulang dan menjadikan pelanggan jasa jemputan karyawan Anda lari semua.


Sopir Ugal-ugalan

Safety is first, keselamatan adalah nomor satu. Prinsip berkendara itu harus dijunjung tinggi oleh semua sopir armada Anda. Dan ini bahkan jauh lebih penting daripada aturan pertama untuk tidak terlambat datang tadi. Karena ketika armada jasa jemputan karyawan Anda sudah terlambat datang dan menyetir dengan ugal-ugalan demi mengejar waktu, itu adalah salah.
Saking pentingnya prinsip ini, saya ingin memberikan sebuah contoh, tapi bukan di industri ini melainkan di industri penerbangan. Sebuah maskapai penerbangan bahkan pernah kehilangan hingga 50% rerata okupansi per tahun karena insiden pada penerbangan mereka. Bayangkan jika itu terjadi pada jasa jemputan karyawan Anda. Dengan banyaknya kompetitor di bidang usaha Anda, jangan harap para pelanggan itu akan bertahan bersama Anda.


Tidak Ramah

Masyarakat kita masih menjunjung tinggi kultur budaya timur. Kepedulian dan kehangatan dapat menjadi sebuah nilai tambah pada hampir semua bidang usaha, termasuk jasa jemputan karyawan ini. Karena itu latihlah sopir armada Anda untuk bersikap ramah dan hormat terhadap pelanggan. Jika Anda tidak ingin pusing melatih mereka, ya seleksi awalnya diperketat. Jangan sampai nama baik layanan Anda hancur karena kelakuan ujung tombak Anda.


Tidak Akomodatif Terhadap Komplain

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang akan hormat kepada mereka yang dapat menyelesaikan masalah dengan tenang dan penuh penghormatan terhadap orang lain. Sebaliknya, orang mudah bersikap  antipati terhadap orang lain yang keras kepala, tidak mau menerima saran, dan suka merasa benar sendiri. Itu berlaku juga untu usaha jasa jemputan karyawan ini.
Langkah terbaik  menerima komplain adalah dengarkan dan jangan membantah. Dengarkan sampai pelanggan puas. Mintalah maaf, salah ataupun tidak. Carikan dulu para pelanggan jasa jemputan karyawan Anda solusi jika mereka masih berada dalam masalah. Berikan kompensasi yang setimpal untuk kerugian dan kekecewaan mereka. Tidak harus berupa benda, bisa juga layanan gratis atau semacamnya. Intinya, akomodatiflah terhadap saran dan komplain.
Dengan hal-hal tersebut di atas, dapat dijamin bahwa usaha jasa jemputan karyawan Anda akan mampu bertahan bahkan berkembang. Karena nama baik akan selalu diiringi dengan rejeki yang baik.





Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Ini Tidak Boleh Dilakukan oleh Jasa Jemputan Karyawan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel