Hindari Jasa Jemputan Karyawan Abal-abal



Bagi seorang pekerja atau karyawan, jasa jemputan dapat disebut juga teman sepanjang karir. Karena jika ia memutuskan sebagai karyawan terus, tentu ia kemungkinan akan menggunakan jasa jemputan tersebut, paling tidak hingga beberapa tahun di awal karirnya. Nah, seperti memilih teman biasa, kita perlu berhati-hati juga untuk memilih jasa jemputan karyawan. Jangan sampai memilih yang abal-abal, ujung-ujungnya nanti kita yang menyesal.

Info Review Pengguna

Cara pertama dan yang paling mudah, sebelum kita menggunakan jasa jemputan karyawan, adalah dengan bertanya kepada penggunanya. Jika kita berada dalam satu ekosistem (pabrik atau perkantoran) yang sama, pasti kan ada tuh, orang yang mungkin menggunakan jasa layanan mereka. Nah, cukup tanya  saja kepada orang-orang tersebut.
Jika review tentang jasa jemputan karyawan itu bagus dan memberikan rating bintang 5, langsung saja ikut gabung. Jika reviewnya penuh emosi negatif dan diberi rating bintang 1, lebih baik segera lupakan. Bisa jadi dia abal-abal. Yah, walaupun memang semua orang bisa berubah, tapi kan perlu dibuktikan dulu tekad dari  perubahan itu.

Coba Pengalaman Langsung Sebentar Saja

Cara kedua yaitu dengan mencoba layanannya sendiri. Dengan mengalami sendiri, tentu  lebih mudah untuk menentukan apakah ia serius atau hanya jasa jemputan karyawan abal-abal. Coba berani saja untuk meminta free trial selama seminggu. Kalau tidak diberi ya, 3 hari. Minta saja kan tidak bayar, yang penting berani saja.
Kalau masih tidak berani memenuhi, coba ikat kontraknya seminggu atau sebulan saja. Jadi jangan terburu-buru bayar panjang walaupun ditawari diskon harga yang lebih murah. Dengan demikian, jika tidak puas dengan layanan jasa jemputan karyawan tersebut bisa langsung ganti setelah seminggu atau sebulan. Kalau terlalu lama mah, bisa makan hati nantinya.

Syarat Utama yang Harus Dipenuhi

Nah, syarat utama apa yang harus dipenuhi oleh sebuah jasa jemputan karyawan agar tidak disebut abal-abal? Pertama, jangan pernah terlambat. Ini prinsip yang sangat penting. Kalau di awal-awal kontrak ia 3 kali saja terlambat, fix, langsung ganti. Ini masalah penting bagi  pekerja lho. Selain bikin panik, ditegur  oleh atasan, kerjaan di tempat kerja juga jadi  tidak ada yang beres karena emosi mengerjakannya. Pokoknya kalau telat, berarti jelek.
Yang kedua adalah jangan sampai mogok. Ini juga sangat penting. Mogok tidaknya armada dapat menunjukkan apakah ia jasa jemputan karyawan yang profesional atau abal-abal. Karena kalau  ia profesional, pasti sudah melakukan pengecekan rutin. Perawatan mesinnya juga pasti dilakukan dengan baik. Mogok waktu lagi narik penumpang? Nggak deh. Apalagi kalau disuruh ikutan bantu dorong. Lha wong kita bayar kok.

Yang ketiga adalah cara jasa jemputan karyawan tersebut menyelesaikan masalah. Yang namanya nasib sial kan pasti suka ada ya. Biar sudah dirawat dengan kasih sayang, bisa  juga tetap mogok. Biar sudah mandi sebelum subuh, bisa juga tetap telat. Tapi cara mereka menyelesaikan masalah harus profesional dong.
Apa ciri profesionalnya? Satu, harus punya  prosedur yang jelas. Jelasnya bagaimana? Biasanya drivernya tetap kalem dan menenangkan. Hati-hati deh kalau driver sudah  kelihatan panik dan begitu ditanya bilangnya, “Wah, kita juga nggak tahu.” Lha ngapain juga jadi driver jasa jemputan karyawan?
Yang kedua, bertanggung jawab dan tidak merepotkan pelanggan. Masa iya pelanggan disuruh ikutan dorong mobil, masang roda, ganti oli. Memangnya kita montir? (bukan ngejek profesi ya, tapi kan memang tidak  pengalaman). Apalagi kalau dibiarkan di tengah jalan, tanpa solusi dan kompensasi. Fix, tinggalkan! Jangan pernah pakai lagi! Itu sudah  pasti jasa jemputan karyawan abal-abal.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Hindari Jasa Jemputan Karyawan Abal-abal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel